Suara kicauan burung-burung yang begitu merdu seperti mengerti bahwa pagi ini adalah hari yang sangat begitu indah, dan sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya membuat Fea terjaga dari tidurnya.
Seperti biasa bagi sebagian orang hari Senin adalah hari yang tidak disukai, dimana pada hari ini semua orang akan memulai aktivitas setelah sebelumnya merupakan hari untuk melepas semua hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan selama seminggu ini.Begitu pula dengan Fea yang begitu enggan untuk beranjak dari tempat tidurnya, dengan berat hati dia pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus karena hari ini dia ada jadwal kuliah pagi.
Sesampainya di kampus Fea pun langsung menuju kelasnya, dan melihat ada sahabatnya yang sudah duduk manis di kursinya.
“Hai Ta, lagi ngapain sih???” ujar Fea mengagetkan Tita.
“Ihhh Fea buat kaget aja sih, orang lagi serius juga.”
“Emang lagi ngapain sih, pagi-pagi uda rajin aja buka-buka buku?”
“Nggak lupakan kalau hari ini ada kuis???” kata Tita dengan santai.
“Apaaa...??? aku lupa nih.”
Tepat pada saat itu dosen yang akan mengajar di kelas Fea pun datang dan langsung menjelaskan ketentuan kuis hari ini juga membagikan soal-soalnya.
***
Saat ini Fea sedang duduk di taman kampus sambil menyesali perbuatannya karena lupa bahwa hari ini akan ada kuis, padahal dia termasuk mahasiswa yang rajin dan disiplin. Dia lupa karena lelah sekali setelah pulang dari jalan-jalan bersama teman-teman sekolahnya dulu dan langsung tidur, tanpa ingat sama sekali bahwa dia harus belajar untuk persiapan kuis hari ini.
“Sudahlah Fe, masih bisa diperbaiki kok. Nih minumnya.” Kata Tita sambil menyerahkan minuman ke Fea.
“Tapi Ta, tadi aku sama sekali nggak bisa ngerjain soal-soalnya. Makasih ya.” Jawab Fea dengan putus asa sambil meminum minumannya,
“Emang tadi malam ngapain aja sih, nggak biasa-biasanya sampai lupa untuk belajar??? Bukan Fea yang biasanya nih, yang selalu ngingatin aku kalau ada tugas.”
“Aku habis jalan-jalan sama teman-teman sekolah, aku kan nggak selalu ingat Ta, aku benar-benar lupa.”
Saat itu datang temannya memberitahukan bahwa dia dipanggil untuk menemui bu Riani dosen yang tadi memberinya kuis, Fea pun bergegas menemuinya.
Karena terlalu terburu-buru Fea pun tidak melihat bahwa didepannya ada seseorang yang sedang berjalan ke arahnya, sehingga mereka pun bertabrakkan dan buku-buku yang dibawa orang itu jatuh di lantai.
“Maaf....maaf... aku nggak sengaja.” Kata Fea sambil membantu membereskan buku-buku yang berserakan tanpa melihat siapa orang yang ditabraknya itu.
“Udah aku bisa sendiri kok, makasih ya.”
“Ini salah akau karena jalannya nggak liat-liat tadi.” Sambil menyerahkan buku-buku yang ada ditangannya kepada pemiliknya lalu terpaku ketika tau siapa yang ditabraknya.
Fea pun tetap diam di tempatnya walaupun orang itu telah berlalu, tiba-tiba dia sadar dan bergegas pergi menemui bu Riani.
Setelah selesai menemui bu Riani, Fea pun kembali ke taman menemui Tita yang sedang menunggunya sambil tersenyum senang.
“Ta...Ta... tau nggak tadi aku di suruh apa sama bu Riani???”
“Kenapa sih datang-datang senang gitu, tadi aja murung. Ya nggak tau lah emangnya aku dukun???”
“Ihh Tita serius nih, Tadi waktu aku mau ke ruangan bu Riani aku tabrakan sama Faris, lalu tadi bu Riani memintaku untuk mengerjakan proposal sama dia.”
“Serius Fe??? Wah yang lagi seneng nih, udah lupa sama kuisnya tadi??!”
“Ya seriuslah, iya dong bu Riani juga bilang kalau kuisnya hanya sebagai tes dan nggak akan diambil nilainya.”
“Yes, coba dari tadi aku kan nggak pusing-pusing buat belajar.”
“Ya udah lah, yuk ke kelas bentar lagi masuk nih” sambil berjalan.
Fea pun terus memikirkan bagaimana nanti ketika dia membuat proposal bersama Faris, yang dikenal selama ini sebagai orang yang cuek, dingin dengan orang, tapi sangat pintar itu. Ya dibawa santai sajalah begitu fikirnya, sambil bergabung dengan teman-temannya yang lain.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar